Laman

Minggu, 24 Februari 2013

Kemang

Kemang mempunyai sebaran geografik yang sana dengan sebaran geografik binjai (Mangifera caesia), yaitu  Sumatera, kalimantan, dan Semenanjung Malaysia. Kemang berkerabat sangat dekat dan seringkali dianggap sama dengan binjai, tetapi beberapa pakar menyarankan untuk memisahkan kemang dalam jenis tersendiri dengan nama ilmiah Mangifera kemanga Blume (periksa nama ilmiah, inonimi, dan klasifikasi di GBIF Data Portal dan The Plant List). Di daerah Kutai, kalimantan Timur, kemang dikenal dengan nama umum palong.


Pohon dan buah kemang memiliki ciri-ciri serupa dengan binjai, dengan beberapa perbedaan. Perbedaan-perbedaan itu di antaranya, helaian daun kemang hampir duduk (tanpa atau bertangkai amat pendek), tepi daun di pangkal menyempit dan melanjut. Malai bunga kemang lebih panjang (hingga sekitar 75 cm), lebih renggang, dan berisi lebih sedikit kuntum bunga. Buah kemang yang masak coklat agak hijau kusam, berbincul di pangkalnya. Tak seperti binjai, buah kemang yang muda dapat dimakan, meski berasa amat masam.

Buah kemang digunakan sebagaimana halnya buah binjai, dikonsumsi sebagai buah segar setelah matang atau digunakan sebagai bahan rujak ketika masih muda. Biji dari buah mudanya dapat dioleh sebagai bahan sayur, daun mudanya digunakan sebagai bahan lalapan di Jawa Barat.

Pohon kemang
Sumber: Wikipedia Indonesia
Daun tua dan pucuk
Sumber: Wikipedia Indonesia
Buah kemang di pohon.
Sumber: live in sumatera
Buah Kemang Dipanen dan Biji
Sumber: Top Tropicals
Kerabat Dekat:
Binjai Mangifera caesia Jack (periksa nama ilmiah dan sinonimi, periksa klasifikasi). Pohon besar dan rimbun dengan tajuk yang indah, berbatang lurus dengan tinggi mencapai 30-45 m dan gemang 50-80 (-120) cm. Pepagan (kulit kayu) berwarna coklat kelabu dan beralur-alur. Semua bagian pohon, apabila dilukai, mengeluarkan getah keputihan yang tajam dan menggatalkan. Getah ini akan membeku dan menghitam setelah kena udara beberapa lama. Daun tunggal, tersebar, sering mengumpul dekat ujung ranting. Helai daun bentuk jorong sampai lanset, agak bundar telur terbalik, 7-12(-30) x 3-5,5(-10) cm, kaku, menjangat, hijau berkilap di sebelah atas dan lebih pucat di bawah, dengan ibu tulang daun yang menonjol, pangkal yang melanjut dan ujung yang menumpul atau meluncip tumpul. Tangkai daun kaku, memipih, 1-2,5 cm.Karangan bunga dalam malai di ujung ranting, 15-40 cm, bercabang banyak dan berbunga lebat. Bunga berwarna merah jambu pucat, berbilangan 5, harum; helai mahkota bentuk garis, lk 10 mm; tangkai sari berwarna keunguan, lk. 5 mm. Buah buni, lonjong sampai bulat telur terbalik, dengan ‘leher’ pada pangkalnya, berukuran 12-20 x 6-12 cm, kulitnya tipis pucat kekuningan hingga kecoklatan berbercak. Daging buahnya putih susu, berserat atau hampir tak berserat, mengandung banyak sari buah, berbau agak busuk, masam manis sampai manis. Biji bulat lonjong sampai lanset, lk. 7 x 4 cm, kulit bijinya tipis dan tidak mengayu, monoembrioni.
Sosok pohon binjai
Sumber: The Total Vascular Flora of 
Singapore Online
Batang pohon binjai
Sumber: The Total Vascular Flora of 
Singapore Online
Kedudukan daun pada ranting muda
Sumber: The Total Vascular Flora of 
Singapore Online
Daun tua dan pucuk
Sumber: The Total Vascular Flora of 
Singapore Online
buah di pohon
Sumber: My Opera
Buah Binjai Dipanen dan Biji
Sumber: Top Tropicals

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan ketik komentar di sini ...